Menu

Ketahui Lebih Banyak Tentang Tindakan Medis dan Pap Smear di SehatQ.com

Tindakan medis adalah tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis, baik dokter maupun tenaga lain yang melakukan tugas medis. Ada berbagai macam bentuk dan kategori, baik untuk anak anak, remaja, hingga dewasa.

Misalnya saja, dewasa ini sedang marak dibahas terkait terpaparnya virus covid-19. Berawal dari satu negara hingga menjangkit ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Tentu hal ini mengharuskan adanya banyak tindakan oleh tenaga medis. Baik sebagai antisipasi, pendeteksi gejala secara dini, dan juga penanganan bagi mereka yang terjangkit virus. Mulai dari rapid test, swab test, hingga penanganan di ruang ICU adalah bentuk tindakan tenaga medis dalam menghadapi virus covid-19.

Sedangkan Pap Smear juga merupakan salah satu dari tindakan tersebut. Apa itu? Yaittu sebutan tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis dalam bentuk tes jaringan. Jaringan yang diambil adalah jaringan serviks, karena tujuan utama dari tes ini adalah untuk mendeteksi adanya kanker serviks.

Fungsi dan Penjelasan Tentang Pap Smear

Fungsi dari tes ini adalah untuk mengetahui adanya gejala jaringan yang mengarah kepada kanker serviks. Bagaimanapun, kanker adalah salah satu penyakit berbahaya yang tentunya siapapun tidak ingin berurusan dengan penyakit ini. Oleh karena itu, tes ini jelas sangat penting untuk dilakukan.

Dengan cara mengambil jaringan serviks atau leher rahim, dokter dapat melihat ada atau tidaknya gejala jaringan yang abnormal. Dengan bantuan alat mikroskop, jaringan yang abnormal akan terdeteksi jika mengarah untuk membentuk kanker serviks. Pendeteksi kanker sejak dini tentu sangat membantu dalam proses pengobatannya. Sebelum kanker menyebar dan menambah stadiumnya, dokter sudah bisa melakukan penanganan yang tepat.

Terlepas dari pentingnya fungsi tes ini, tetapi tidak semua wanita perlu melakukannya. Tes ini perlu dan sangat membantu khusus untuk wanita yang sudah aktif dalam melakukan hubungan badan. Terlepas apakah wanita tersebut sudah menikah maupun belum menikah, jika aktif melakukan hubungan seksual, maka perlu untuk melakukan tes ini.

Meskipun begitu, ada beberapa kategori wanita yang dirasa perlu untuk melakukan tes deteksi kanker serviks meskipun belum pernah melakukan hubungan seks. Kategori tersebut antara lain: wanita yang aktif merokok, wanita yang memiliki keturunan atau riwayat kanker serviks dari orang tua atau keluarga, dan yang pernah terpapar DES saat masih berada di dalam kandungan.

Lalu, kapan waktu yang benar untuk melakukan tes? Terkait waktu tes, ada beberap perbedaan jadwal yang dibagi berdasarkan usia. Usia minimal wanita untuk bisa melakukan tes ini adalah 21 tahun, dan setelah itu dibagi sesuai batasan waktu sebagai berikut:

  • Usia 21 hingga 29 tahun, disarankan melakukan tes 3 tahun sekali
  • Usia 30 hingga 65 tahun, disarankan melakukan tes 5 tahun sekali
  • Usia di atas 65 tahun, cukup melakukan tes 10 tahun sekali

Nah, itulah informasi dan penjelasan singkat tentang tes deteksi kanker serviks. Pastikan Anda mengambil manfaatnya dan segera konsultasikan dengan dokter kandungan, kapankah waktu yang tepat untuk Anda melakukan tes tersebut.

Jika masih ragu, Anda bisa membaca informasi yang lebih lengkap terkait hal ini. Tahukah Anda, ada aplikasi keren yang informatif dan sangat membantu untuk menemani perjalanan kesehatan Anda. SehatQ telah hadir diantara kita dengan berbagai fasilitas kesehatan. Mulai dari informasi kesehatan yang lengkap dengan sumber yang ditulis oleh pakarnya, komunitas seru untuk berbagi informasi dengan sesama pengguna, hingga puluhan dokter profesional yang siap menemani Anda untuk konsultasi setiap saat. Hebat bukan? Segera pakai dan buktikan sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *