Menu

Pemain Asia Pertama Paling Produktif di Premier League

Tidak mudah mencetak empat gol, atau permainan gelandang dalam kompetisi sekelas Liga Inggris. Dikutip dari bandarq di antara banyak pemain, hanya figur khusus yang dapat melakukan ini. Belum lama ini, penyerang Tottenham asal Korea Selatan Son Heung-min membuktikan dirinya menjadi pemain istimewa dengan mencetak empat gol dalam satu pertandingan.

Pada minggu kedua pertandingan Liga Premier 2020/21 melawan Southampton di St Stadium. Mary’s, Minggu (20/9/2020), Son membuat Jose Mourinho, pelatih Spurs, senang. Usai tertinggal satu gol dari Danny Ings, The Lilywhites tidak panik dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-5. Dari lima gol yang dicetak, empat di antaranya dicetak mantan Bayer Leverkusen.

Sejak kedatangannya pada 2015, Son telah menjadi pemain kunci Spurs. Pertandingan ini dinilai konsisten setiap musim. Transfermarkt menyatakan bahwa Son telah membuat 160 penampilan dan mencetak 53 gol dalam lima musim Liga Inggris. Dia telah mengumpulkan rata-rata 32 penampilan setiap musim.

Di sisi lain, hubungannya dengan Harry Kane juga tampak semakin kuat. Semua gol yang dicetak oleh Son dalam pertandingan melawan Soton menguntungkan asisten Kane.

Performa kedua penyerang tersebut semakin bergantung pada Spurs di lini ofensif. Musim lalu, lebih dari separuh gol Spurs dikontribusikan oleh duo Son-Kane. Anak laki-laki itu tampaknya efektif melawan Southampton. Dia mencetak empat gol melawan Alex McCarthy dari empat tembakan ke gawang, menghasilkan tingkat konversi 100%.

Striker berusia 28 tahun itu semakin matang karena mendapat kesempatan dan berhadapan langsung dengan penjaga gawang. Dalam proses gol pertama, Son mendorong bola sembari memperhatikan posisi Alex McCarthy sebelum melepaskan tembakan. Untuk gol kedua, ketenangan dan pengaturan waktu sempurna.

Quatrick yang dicetak oleh Son Heung-min kini telah mencari nafkah bagi sejumlah legenda Tottenham Hotspur. Seperti dilansir situs resmi klub, sebelumnya ada lima pemain Spurs yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan, yakni Jurgen Klinsmann, Dimitar Berbatov, Robbie Keane, Jermain Defoe, dan Harry Kane.

Bahkan lebih baik karena Son adalah pemain Asia pertama yang melakukannya. Dari sekian banyak pemain Asia yang pernah bermain di Liga Utama Inggris, tidak ada yang bisa mencetak gol.

Rekor ini juga menjadikan Son sebagai pemain Asia kedua yang mencetak hat-trick di Liga Inggris. Gelandang Jepang Shinji Kagawa adalah pemain Asia pertama yang mencetak hat-trick di Liga Premier. Dia mencetak tiga gol ke gawang Norwich City saat membela Manchester United pada 2013.

Genius Son juga membuatnya layak dianggap sebagai pemain Korea Selatan terbaik yang pernah bekerja di Liga Inggris. Sebelum Son, pemain Korea Selatan yang paling penting adalah Lee Chung-yong. Pemain yang bergabung dengan Bolton Wanderers dan Crystal Palace telah mencetak delapan gol dalam sembilan musim Liga Premier.

Dua nama lain dari Korea Selatan, Ki Sung-yueng dan Park Ji-sung, juga berkiprah di Liga Inggris. Nama pertama mencetak 15 gol untuk tiga klub berbeda (Swansea, Sunderland, Newcastle). Sementara itu, Park Ji-sung yang telah bermain untuk Man United selama tujuh musim, telah mengoleksi 20 gol dari total 133 pertandingan.

Gol Son Premier League jauh lebih unggul dari rekan senegaranya. Ini membuktikan bahwa, paling tidak, dari segi pencetak gol, Son adalah nama terbaik Korsel yang pernah mencicipi atmosfer Liga Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *