Menu

Mengenal Pengertian Inkontinensia Alvi

Pengertian inkontinensia alvi ialah suatu keadaan di mana seseorang tidak bisa mengontrol atau mengendalikan tinja yang keluar dari dalam tubuh. Bahkan ketika tinja keluar karena terjadi secara tiba-tiba, pengidap tidak menyadarinya. Inkontinensia alvi bisa disebut juga dengan inkontinensia tinja. Yang mempengaruhi masalah ini adalah usus yang berada di bagian akhir, anus atau dubur, serta sistem saraf yang tidak berfungsi dengan baik dan normal.

Gejala

Menurut halodoc.com, gejala yang dirasakan oleh pengidap bergantung dari jenis inkontinensi alvi yang dialami. Ada dua jenis yang harus diketahui, yaitu inkontinensia mendesak atau disebut juga dengan urge incontinence, yaitu ditandai oleh dorongan ingin buang air besar secara tiba-tiba dan tidak bisa ditahan atau dikendalikan. Jenis yang kedua adalah inkontinensia tinja pasif, yaitu tinja yang mendadak keluar dengan tidak disadari oleh pengguna serta tanpa keinginan untuk buang air besar, jenis ini pun bisa mengeluarkan tinja ketika pengidap buang angin.

Ada beberapa gejala lain yang bisa dialami oleh pengidap, di antaranya adalah pengidap merasakan gatal pada anus atau dubur, atau bisa juga mengalami iritasi. Pengidap mengalami diare, konstipasi, nyeri pada perut atau mengalami kram perut, inkontinensia urine, serta perut yang kembung.

Penyebab

Penyebab untuk inkontinensia tinja atau alvi, antara lain:

Diare, bisa mengakibatkan tinja di dalam tubuh menjadi lebih berair daripada biasanya. Oleh sebab itu akan memperparah inkontinensia tinja.

Rusaknya saraf yang berfungsi sebagai pengendali sfingter anus, biasanya kondisi ini terjadi pada wanita yang baru saja melakukan persalinan, peregangan berlebihan ketika sedang buang air besar, atau mengalami cedera pada saraf di tulang belakang.

Rusaknya sfingter anus, adalah cincin otot yang berada di paling ujung pada lubang anus, penyebabnya adalah prosedur dari pembedahan pada vagina ketika seorang wanita melakukan persalinan secara normal atau episiotomi.

Terbatasnya ruang untuk rektum yang berfungsi sebagai penampung kotoran, hal ini terjadi karena terdapat jaringan parut yang berada di dinding rektum, sampai fleksibilitas untuk rektum menjadi berkurang, dan lain-lain.

Diagnosis

Setelah pengertian inkontinensia alvi, kamu bisa mengetahui seseorang mengidap penyakit ini dengan melakukan wawancara secara medis, pemeriksaan pada fisik, kemudian pemeriksaan-pemeriksaan penunjang seperti kultur tinja, yaitu sebuah pemeriksaan pada sampel tinja pasien di laboratorium untuk mengetahui apakah ada infeksi yang menjadi penyebab terjadinya diare, serta inkontinensia.

Barium enema, yaitu pemeriksaan bagian dalam tubuh yang memakai foto rontgen serta pemeriksaan cairan barium untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan.

Elektromiografi atau EMG, pemeriksaan untuk fungsi dan koordinasi pada otot serta saraf yang berada di sekitaran anus dan juga rektum.

Kolonoskopi, pemeriksaan dengan memakai selang yang fleksibel juga dipasang kamera untuk memeriksa keselurahan kondisi tubuh. Selang ini dimasukkan melalui lubang anus.

MRI, pemeriksaan untuk bagian sfingter anus dan juga otot pada anus yang lebih jelas dan detail dibandingkan dengan pemeriksaan yang lain.

Fraktografi, sebuah pemeriksaan yang bertujuan agar dapat mengetahui seberapa banyak kotoran di dalam tubuh yang masih bisa dikeluarkan serta untuk mengukur seberapa kuat rektum di dalam tubuh yang bisa menahan kotoran agar tidak keluar secara tiba-tiba.

USG anorektal, pemeriksaan yang memasukkan sebuah tongkat ke dalam anus dan juga raktum untuk melihat kondisi struktur dari sfingter anus.

Ketika kamu sudah merasakan gejala-gejala untuk inkontinensia alvi, segeralah untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Agar jika memang kamu memiliki resiko mengalami penyakit ini, dokter bisa memberikan obat untuk mencegah penyakitnya lebih parah. Itulah ulasan mengenai pengertian inkontinensia alvi yang bisa kamu kenali. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *