Menu

Keutamaan-keutamaan Shalat Sunnah Nabi

Shalat merupakan tiang untuk mendirikan agama Islam dan pada waktu-waktu tertentu umat Islam diwajibkan untuk menjalankan shalat wajib yaitu Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan Isya’. Shalat juga menjadi bukti bahwa kita bertakwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam mengerjakan ibadah shalat, kita harus mencontoh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebagai panutan kita dalam beribadah kepada Allah. Dilansir dari IslamExplored.org, ada sifat-sifat shalat sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang bisa umat Islam tiru dan menjadi sebuah amalan sunnah.

Shalat sunnah merupakan ibadah yang paling utama, bahkan jika dibandingkan dengan puasa sunnah, shalat sunnah lebih diutamakan. Amalan yang paling baik untuk dijaga adalah shalat sehingga shalat sunnah merupakan amalan yang paling baik untuk selalu dijaga daripada amalan-amalan sunnah lainnya. Selain itu shalat sunnah akan menaikkan derajat saat berada di dalam surga. Dalam sebuah riwayat juga dikatakan seorang sahabat meminta untuk bisa selalu bersama Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan dia meminta amalan apa yang bisa dikerjakannya untuk menjadi teman Rasulullah saat disurga. Maka Rasulullah menjawab bahwa amalan yang akan membuat seorang muslim menemani beliau adalah dengan memperbanyak shalat.

Dengan mengamalkan amalan shalat-shalat sunnah, maka juga bisa membantu menyempurnakan dan menambal kekurangan pada shalat fardhu kita. Saat shalat fardhu pasti kita akan mengalami banyak sekali halangan seperti tidak khusyu’ atau kekurangan lainnya. Maksud kekurangan dalam shalat fardhu bukan merupakan shalat yang jarang dilaksanakan, tapi shalat fardhu yang selalu dijalankan tapi ada hal yang membuatnya tidak sempurna. Dosa meninggalkan shalat fardhu tidak bisa ditutupi dengan memperbanyak shalat sunnah. Menjaga shalat sunnah akan membantu menambal kekurangan pada shalat fardhu kita.

Sebenarnya dengan menjaga shalat wajib agar tetap sempurna dan baik, maka akan berpengaruh pada amalan-amalan kita yang lain. Jika kita shalat hanya sekedarnya dan tidak memperhatikan kesempurnaan shalat, maka amalan kita juga tidak sebaik orang yang shalatnya sempurna. Selain shalat, dengan menjaga lisan kita agar tetap baik juga akan memberikan dampak baik pada amalan-amalan kita. (sumber : IslamExplored.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *